Senin, 17 September 2012

Sakitnya Sampai Mati Rasa




Rasanya seperti ditampar beribu-ribu tangan, bahkan lebih sakit.
Seperti ditusuk-tusuk jarum yang tajem dan puanjang-pajang. Sakitnya sampai nggak terasa.

Nggak ada kata-kata yang bisa aku tuliskan. Intinya saja.
Minggu malam, aku bernafas harus menggunakan 1 lubang hidung secara bergantian, alhasil paginya suaraku ilang separo (agak bindeng). Yahh masuk angin ini pasti, nggakpapa alhamdulillah masih diberi sakit sama Allah.

Tapi bukan itu pusat kesakitan yang aku rasain sekarang. Senin malam, bapakku yang udah tiga minggu dirumah  karna sakit  menyempatkan diri nengok aku (posisi aku si rumahnya nenek di Semarang).
Awalnya bapakku biasa aja, beliau kumpul diluar melepas rindu sama temen-temennya mungkin, hehe aku nggak tau tepatmnya.

Aku lagi makan malem, bapakku masuk kerumah, kau tau matanya merah, ada air mengalir, beliau menangis !. Dan beliau bilang "gimana kalau sekolahmu ****** ******". Rasanya seperti aku ditusuk pedang sama bapakku sendiri, SAAKIIIT BANGET. Serasa nyawa dicabut saat itu.



Satu yang aku mau saat ini "Semoga keajaiban-Mu turun" aamiin.

Minggu, 16 September 2012

Masih Ada ALLAH Yang Menyertai Langkahku

Sedih khawatir, tau nggak sih rasanya tu nggak enak banget.
Entahlah, akhir-akhir ini aku selalu dikejar-kejar perasaan itu.
Terus dihantui perasaan cemas, khawatir, dan ketakutan menghadapi sesuatu yang belum terjadi.
Kadang aku suka nangis dengan sendirinya bila ingat diriku, orangtuaku, hidupku, masa depanku, dan lain-lain.

Tapi hidup tidak sendiri bukan, yah ada Allah yang selalu menyertai setiap langkahku, maka segala sesuatu tidak perlu dicemaskan. Harus yakin bahwa Allah selalu bersamaku. Kasih sayang Allah dan ayat-ayat mulia dalam kitab-Nya bukanlah sesuatu yang patut diragukan. Dengan bersandar sepenuhnya hanya kepada Allah   semoga setiap kesedihan akan sirna. Allah yang Maha Memperhatikan, Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa akan selalu mengulurkan pertolongan, dan mengganti penderitaan dengan kebahagiaan, aamiin.



Aku selalu punya tiang kokoh untuk bersandar, tiang kuat yang tidak dapat dirobohkan, kekuatan yang Maha Perkasa dan tidak dapat terkalahkan, Dialah Allah SWT yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Selama Allah bersamaku, tak ada kata berkecil hati menghadapi problematika hidup. Allah selalu ada untukku, walaupun aku sadar aku sering lupa Pada-Nya, walaupun aku sering tak menghiraukan-Nya, tapi Allah selalu ada setia menjagaku, mengawasiku, memberi apa yang aku butuhkan, dan mengobati hatiku jika aku dikecewakan oleh dunia fana ini.

Aku tau apa yang harus aku lakukan, dengan menyerahkan semua dokumen kasus, lembaran kegelisahan, dan daftar kekecewaan kepada Dzat yang menguasai Arsy, yang menggenggam dan menggerakkan kehidupan. Mengembalikan semua persoalan hidup pada Penguasa atau dengan kata lain bertawakhal kepada Allah dan disertai dengan ikhtiar dijalan-Nya, memang sulit tapi Bismillahirrohmanirrokhim :D



Yakin aja Allah SWT sebagai pencipta segala sesuatu tidak akan menurunkan masalah tanpa jalan keluar. Harus yakin bahwa semua pasti ada hikmahnya dan yakin tidak ada masalah yang over dosis.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"
Dan selalu yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa sesungguhnya " Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan"

LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ALIYYIL AZHIIM.