Senin, 17 September 2012

Sakitnya Sampai Mati Rasa




Rasanya seperti ditampar beribu-ribu tangan, bahkan lebih sakit.
Seperti ditusuk-tusuk jarum yang tajem dan puanjang-pajang. Sakitnya sampai nggak terasa.

Nggak ada kata-kata yang bisa aku tuliskan. Intinya saja.
Minggu malam, aku bernafas harus menggunakan 1 lubang hidung secara bergantian, alhasil paginya suaraku ilang separo (agak bindeng). Yahh masuk angin ini pasti, nggakpapa alhamdulillah masih diberi sakit sama Allah.

Tapi bukan itu pusat kesakitan yang aku rasain sekarang. Senin malam, bapakku yang udah tiga minggu dirumah  karna sakit  menyempatkan diri nengok aku (posisi aku si rumahnya nenek di Semarang).
Awalnya bapakku biasa aja, beliau kumpul diluar melepas rindu sama temen-temennya mungkin, hehe aku nggak tau tepatmnya.

Aku lagi makan malem, bapakku masuk kerumah, kau tau matanya merah, ada air mengalir, beliau menangis !. Dan beliau bilang "gimana kalau sekolahmu ****** ******". Rasanya seperti aku ditusuk pedang sama bapakku sendiri, SAAKIIIT BANGET. Serasa nyawa dicabut saat itu.



Satu yang aku mau saat ini "Semoga keajaiban-Mu turun" aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar